Novel A+ merupakan novel yang bergenre teen-fiction, teka-teki, dan romantis. A+ sendiri ditulis oleh Ananda Putri yang awalnya berada di platform Wattpad. Kemudian pada 2021, cerita tersebut berhasil di terbitkan oleh Loveable x Romancious. Dalam cetakan pertama, buku ini berhasil menarik pembaca sering dicetak ulang.
Novel ini bercerita tentang seorang gadis yang duduk di bangku 3 SMA bernama Kalypso Dirgantari atau dipanggil Kai. Kai mendadak pindah sekolah karena keinginan ibunya. Ia berhasil masuk ke SMA Bina Indonesia yang merupakan SMA terbaik di Indonesia karena hanya lulusan sekolah itu yang diterima di universitas luar negeri. Pada awalnya Kai sempat kaget, sekolah apa yang peringkat paralelnya diberitakan di televisi?
Setelah itu, Kai masuk ke jurusan IPA. Ia bertemu dengan teman-temannya yaitu Thalia, Karin, dan Saski. Saat pulang sekolah, Kai tidak sengaja bertemu dengan Adinda Aletheia, dipanggil Ale, yang sedang mencuri makanan di supermarket dalam sekolahnya. Kai menegur Ale, namun ia malah menjadi ketakutan karena Ale memiliki sifat galak.
Keesokan harinya Kai menanyakan identitas orang itu kepada Thalia. Jantung Kai serasa berhenti berdetak kala mengetahui bahwa Ale merupakan anak 3 besar. Thalia pun mulai menjelaskan semuanya dengan hati-hati. SMA Bina Indonesia memiliki sistem try out yang dikhususkan bagi anak kelas 12. Try out itu diadakan setiap bulan dan biaya SPP tiap murid tergantung peringkat paralel tiap try out.
Thalia juga menjelaskan bahwa ada 4 orang yang menguasai peringkat paralel. Pertama, ada Re Dirgantara atau Re. Merupakan anak berandalan yang punya IQ 143, walau sering bolos, ia tidak pernah mendapat skorsing/surat peringatan. Yang kedua, Kenan Aditya atau Kenan. Anak basket yang merupakan idola sejuta umat, termasuk Thalia. Kenan berbeda dengan Re, ia lebih dikenal sebagai anak yang kalem dan pintar. Yang ketiga, Adinda Aletheia, gadis yang ia temui di supermarket mini. Yang keempat, Aurora Calista. Ia adalah anak dewan sekolah, sebagian besar dana sekolahnya berasal dari ayahnya.
Hal itu baru kejadian awal dari serangkaian konflik yang ada di dalamnya. Puncaknya pada saat Re Dirgantara tidak masuk dalam try out bulan ini. Dan untuk pertama kalinya, peringkat pertama paralel kosong. Beberapa anak mulai menyelamati Kenan, menduga ia yang menjadi posisi pertama. Namun tiba-tiba peringkat Kai tembus ke posisi pertama. Aurora yang melihat pengumumannya merasa tidak terima, ia melabrak Kai ditengah kerumunan itu. Untungnya Ale datang untuk menyelamatkan, ia menarik Aurora agar menjauh.
Karena menjadi peringkat pertama paralel, itu tandanya Kai juga mengusik pemegang takhta empat besar di SMA Bina Indonesia. Masing-masing punya motivasi dalam bersaing sengit memperebutkan peringkat paralel. Beberapa hari kemudian, Thalia dikabarkan meninggal karena bunuh diri. Kai yang merasa tidak terima pun mulai memberontak dalam sebuah acara di aula. Keempat besar lainnya menyetujui Kai yang meminta agar sistem peringkat dihapus. Bu Nadia sebagai kepala sekolah membantah, untuk mengubah sistem paralel, mereka harus mengumpulkan suara 50%+1. Setelah kericuhan yang terjadi, keempat besar serta Kai dipanggil menuju ruang kepala sekolah.
Singkat cerita, Re, Kenan, Ale, Aurora, dan Kai menyusun rencana agar sistem peringkat dihapus. Kai memberi ide untuk membobol soal try out sehari sebelum pelaksanaan. Mereka mengerjakannya di ruang kepala sekolah. Jawaban masing-masing pertanyaan ditaruh di daftar absensi. Misal nomor induk 0 merupakan jawaban A, begitu seterusnya. Sialnya saat di dalam laboratorium IPA, Re tak sengaja menemukan mic yang rupanya alat penyadap yang digunakan Bu Nadia. Bu Nadia sengaja tidak bertindak agar mereka merasa menang, padahal kalah.
Keesokannya pengumuman try out ditampilkan. Hasil nilai seluruh angkatan sama. Bu Nadia mengumumkan SPP bulan ini gratis. Semua anak bersorak-sorai. Namun, pertarungan tak hanya sampai disitu. Mereka masih harus berhadapan dengan masalah cinta, keluarga dan pertemananan. Dibantu oleh kemunculan mantan Presiden Ikatan Alumni, Bramantyo Sadewa, lima siswa superior yang awalnya bermusuhan kini sama-sama bertekad menyusun pemberontakan. Mereka terlibat dalam pertarungan melawan Direktur misterius.
Lantas, bagaimana akhir dari perjalanan panjang enam remaja untuk meruntuhkan sistem peringkat di SMA Bina Indonesia? Apakah berhasil atau justru terjebak dalam masalah yang lebih besar lagi? Dan bagaimanakan akhir dari keenamnya?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar